Kamis, 14 Januari 2021 17:54

AS harus memikul tanggungjawab atas kejahatan rasismenya

Luar Negeri

Pada saat masa bakti pemerintah AS sekarang akan berakhir, sejumlah politikus AS mulai membikin lagi kebohongan mengenai isu Xinjiang untuk mencoreng Tiongkok, bahkan menyebarkan rumor apa yang disebut “genosida”, dan menuntut pemerintah Tiongkok harus memikul tanggung jawabnya.

Akan tetapi, data populasi menunjukkan, dari tahun 2010 sampai 2018, populasi Etnis Uigur Xinjiang bertambah sampai 12,72 juta dari 10,17 juta, naik 25,04%. angka ini tidak saja lebih tinggi daripada laju pertumbuhan populasi seluruh Xinjiang, lebih tinggi 2% daripada pertumbuhan populasi Etnis Han setempat pada masa sama sebelumnya. Semua ini berkat kebijakan Xinjiang yang positif dan efektif dari pemerintah Tiongkok.

Pada halnya, AS yang buruk di bidang HAM barulah negara di mana terdapat diskriminasi ras. Dalam sejarahnya, kebijakan terkait memungkinkan populasi Indian anjlok sampai 250 ribu pada awal abad ke-20 dari 5 juta pada 1492. Sekarang, tingkat terinfeksi dan tingkat kematian virus Covid-19 orang AS keturunan Afrika adalah lima kali lipat dibandingkan orang kulit putih, sedangkan keturunan Amerika Latin adalah empat lipat dibandingkan orang kulit putih. Perisitwa Freud, pria keturunan Afrika dibunuh oleh polisi kulit putih secara langsung menimbulkan unjuk rasa di seluruh AS. Dapat dilihat dari ini, betapa parahnya diskriminasi ras terhadap kelompok etnis minoritas di AS secara sistematis dalam jangka panjang.

Tidak hanya itulah, politikus AS yang selalu di bibirnya menyebut-nyebut persahabatan dengan negara Muslim, tahun-tahun terakhir ini selalu mencetuskan perang di Irak, Suriah, Libia dan Afghanistan dengan alasan anti-terorisme sehingga jutaan penduduk jelata yang tak berdosa tewas. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang selalu mengatakan perhatian terhadap hak dan kepentingan Etnis Uigur Xinjiang bahkan bersikap berprasangka dan diskriminatif tehradap kaum Muslim di negerinya sendiri, jadi mana mungkin dia sungguh-sungguh memperhatikan hak dan kepentingan massa Uigur Xinjiang? Politikus AS yang tutup mata terhadap kesengsaraan orang Indian pura-pura menyatakan perhatian terhadap massa Uigur di Xinjiang, mereka sungguh-sungguh tak tahu malu dan munafik.

favorite 0 likes

question_answer 0 Updates

visibility 130 Views

Update
No Update Available
Related News
Modal asing yang masuk Tiongkok cetak rekor baru
Tiongkok kenakan sanksi kepada Mike Pompeo
Inspeksi perdana Xi Jinping pada Tahun Baru
×