Sabtu, 04 Desember 2021 15:56

LSM Gamapela siap laporkan dugaan korupsi Disdik Tanggamus

Korupsi

Dugaan korupsi pengadaan plang nama sekolah dan pengadaan dasar baju batik guru di Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus terus berlanjut.

LSM Gamapela rencana melaporkan dugaan penyimpangan pada dua kegiatan tersebut pada Kejati Lampung, Senin, (6/12/2021).

"Kita hari ini baru selesai buat laporan, Insyaallah, Senin kami sampaikan ke Kejati Lampung dengan tembusan ke Kejaksaan RI," ujar Ketua LSM Gamapela Tony Bakrie, Jumat (3/12/2021).

Menurut Tony, pihaknya berharap, penegak hukum akan menindaklanjuti laporan tersebut.

"Kami sudah merampungkan beberapa data dan informasi dan sudah kami tuangkan dalam laporan itu. Kami sangat mengharapkan, keseriusan aparat penegak hukum, untuk menindaklanjuti kasus ini," tegasnya.

Diuraikan Tony, penunjukan kegiatan pengadaan plang nama sekolah SD-SMP dan pengadaan dasar baju Guru se- Kabupaten Tanggamus, diduga menyimpang dan tidak sesuai aturan.

Bahkan, salah satu rekanan pengadaan dasar baju batik diduga kuat merupakan orang dekat Bupati Tanggamus, Dewi Handajani, berinisial, Omn.

Omn ditunjuk menjadi perusahaan yang mengadakan pengadaan bahan dasar baju batik Guru SD dan SMP di Kabupaten Tanggamus tahun 2021.

Menurut Ketua LSM Gamapela, Tonny Bakri, pihaknya mendapati laporan, ada pengusaha berinisial, Omn yang diduga orang dekat Bupati dan pengurus Dekranasda Kabupaten Tanggamus, kerap mendapat proyek pengadaan baju-baju PNS se- Kabupaten Tanggamus.

"Kami sudah dapat informasi diduga pemenang atau perusahaan yang ditunjuk untuk pengadaan bahan dasar baju Guru se- Tanggamus itu, orang dekat Bupati Dewi. Berinisial, Omn. Dia juga pengurus Dekranasda Tanggamus yang sering mendapat pekerjaan pengadaan baju PNS," ujar Tonny

Ia menegaskan, pengadaan bahan dasar baju guru terindikasi kuat, ada unsur markup dan terkondisi, karena, campur tangan oknum Disdik Tanggamus berinisial, Rus.

"Kegiatan ini, terindikasi ada unsur markup. Harga yang dipatok Rp200 ribu per- dasar sangat jauh dari harga pasaran. Ada indikasi, Oknum Pejabat Disdik Tanggamus, dapat keuntungan dari sini. bayangkan saja, kuranglebih, ada sekitar 2 ribu guru. Kemudian, dikalikan dengan harga yang dipatok, Rp200 ribu," jelas Tony.

Ditambahkan Tony, dugaan penyimpangan juga terjadi pada pengadaan plang nama Sekolah Dasar dan Menegah di Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus Tahun 2021 sekitar Rp2,294 miliar.

Pasalnya, pengadaan plang nama yang per- Sekolahnya yang dipatok sekitar Rp 4.780.000. Yang diduga, dikendalikan oknum Sekretaris Dinas Rus. harganya jauh dari harga sebenarnya.

Berdasarkan Investigasi LSM Gamapela Lampung, pengadaan plang nama Sekolah SD- SMP, nilainya hanya sekitar Rp 2- Rp 3 jutaan. Sedangkan bahan dasar harganya pun tak sampai Rp150 ribu.

"Kalau harga tiga plang itu kemahalan. Kami sudah survei. Gak sampai segitu harganya. Artinya, ini ada indikasi markup yang luar biasa," ungkapnya.

Menurut Tony, indikasi pengkondisian dilakukan sebelum pengadaan berjalan. Sejumlah Kepala Sekolah sudah dikumpulkan diarahkan untuk memesan plang nama Sekolah (Nomenklatur baru) kepada Perusahaan pengadaan yang berada di Pringsewu dan Gisting. Lalu, biayanya dibebankan kepada Sekolah masing-masing.

Sedangkan untuk pengadaan bahan dasar baju, sudah terkondisi dan dimonopoli salahsatu pengusaha berinisial, Omn yang berada di Talang Padang.

Kasipenkum Kejati Lampung, I.M. Agus Putra mengaku siap menerima laporan dari pihak manapun.

"Kita siap menerima laporan. Kalau ada laporan akan kami terima. Kemudian, kita telaah laporannya masuk ke mana. Apakah dibidang Pidsus atau bidang lainnya," ujar Agus kepada awak media, Senin (29/11/2021).

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus, Yadi Mulyadi yang berkali-kali diminta berkomentar terkait dugaan pengkondisian proyek plang nama sekolah dasar dan menengah (Nomenklatur baru) dan pengadaan dasar baju di Kabupaten Tanggamus, tak kunjung bersuara.

Sekda Tanggamus, Hamid Heriansyah Lubis juga belum merespon saat diminta tanggapannya.

Omn pengusaha pengadaan bahan dasar baju batik, saat dikonfirmasi, ponselnya sudah tak aktif lagi.

Sedangkan Sekretraris Disdik Tanggamus, Rus, ketika dihubungi, ponselnya juga tidak aktif.

favorite 1 likes

question_answer 0 Updates

visibility 255 Views

Update
No Update Available
Related News
Surat pelaporan terkait dugaan KKN, kembali dikirim LSM Gamapela ke Kejati Lampung.
Dugaan pungli di DPMPTSP Tanggamus, siap dilaporkan Gamapela ke penegak hukum
Gamapela resmi laporkan dugaan korupsi
×