Kamis, 18 Agustus 2022 10:26

Nikmati bersama peluang RCEP demi wujudkan kerjasama menang bersama

Ekonomi

‘RCEP’ sempat menjadi kata kunci dalam Ekspo Internasional Jalur Sutera ke-6 dan China East-West Cooperation and Investment Trade Fair yang dibuka pada tanggal 14 Agustus lalu.

Ekspo tahun ini tidak hanya secara khusus menetapkan area RCEP, tapi juga menyelenggarakan rapat meja bundar kerja sama ekonomi dan perdagangan Provinsi Shaanxi Tiongkok dengan wilayah RCEP. Para hadirin telah membahas peluang kerja sama dan pembangunan regional seputar topik ‘menikmati bersama peluang RCEP demi mewujudkan kerja sama menang bersama’.

Pada bulan Januari lalu, Perjanjian RCEP telah diresmikan dan sempat memberikan daya penggerak baru bagi pembangunan ekonomi dunia.

Asisten Menteri Perdagangan Tiongkok Li Fei menyatakan, sejak tahun ini, Tiongkok aktif mendorong praktik RCEP bermutu tinggi, dan menyediakan layanan yang lebih berkualitas dan iklim bisnis yang lebih bebas dan praktis kepada para pengusaha mancanegara, untuk membantu perusahaan agar dapat menggenggam peluang RCEP dengan lebih baik.

Sejak diberlakukan, RCEP terus memberikan dividen pembangunan. Dewasa ini, zona perdagangan bebas dengan jumlah populasi terbesar, skala ekonomi dan perdagangan terbesar serta potensi pembangunan terbesar di dunia ini sedang terus menyediakan daya penggerak yang baru bagi interkonektivitas regional, hubungan ekonomi dan perdagangan, serta revitalisasi ekonomi regional.

Berdasarkan data Administrasi Umum Kepabeanan Tiongkok, pada 7 bulan pertama tahun ini, nilai ekspor impor Tiongkok dengan ASEAN mencapai 3,53 triliun Yuan RMB, meningkat 13,2% dibandingkan masa yang sama tahun lalu, sedangkan nilai ekspor impor dengan 14 anggota RCEP meningkat 7,5% dibandingkan masa yang sama tahun lalu.

favorite 0 likes

question_answer 0 Updates

visibility 110 Views

Update
No Update Available
Related News
Pemulihan ekonomi Tiongkok lebih cepat dari prediksi
Memandang peningkatan kerja sama industri Tiongkok dan ASEAN dalam RCEP dari secangkir teh susu
PDB SCO menduduki 25 persen dari PDB dunia
×