Rabu, 31 Mei 2023 11:23

Jepang harus berikan penjelasan dulu pada pemeriksaan IAEA

Luar Negeri

Pembuangan air limbah nuklir Jepang ke laut akan mendatangkan malapetaka. Demikian dikatakan Vincent Kelly, seorang warga negara kepulauan Pasifik. Saat ini, Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) sedang mengadakan pemeriksaan yang adil, obyektif dan profesional atas rencanan pembuangan air limbah nuklir Jepang ke laut demi menjaga keamanan internasional.

Mulai dari hari Senin lalu, tim pakar IAEA akan mengadakan kunjungan 5 hari di Jepang. Menurut berita, ini merupakan pemeriksaan IAEA terhadap pembuangan air limbah nuklir Jepang kali terakhir sebelum menyampaikan laporan evaluasi final. Dalam pemeriksaannya, pakar dari 11 negara beserta wakil dari pemerintah Jepang dan Perusahaan Tenaga Listrik Tokyo(TEPCO) akan memeriksa fasilitas pembuangan, kemudia menyampaikan laporan pada bulan Juni mendatang.

Justru seperti diserukan oleh warga dari Korsel maupun negara kepulauan Pasifik, pihak Jepang harus memberikan penjelasan dari 5 segi, demi menanggapi keprihatinan komunitas internasional.

Pertama, apakah rencana pembuangan ke laut adalah satu-satunya solusi untuk menangani air limbah nuklir?
Kedua, apakah data air limbah TEPCO dapat dipercaya? Karena sejak terjadinya insiden PLTN Fukusima, diungkapkan bahwa TEPCO beberapa kali merevisi data dan menutup-nutupi insiden.

Ketiga, apakah “fasilitas pembersih” air limbah nuklir benar-benar efektif?

Keempat, terkait dampak pembuangan air limbah nuklir pada laut, kenapa sejauh ini Jepang belum memberikan evaluasi ilmiah?

Kelima, terkait rencana pembunagan air limbah nuklir ke laut, kenapa Jepang tidak melakukan koordinasi sepenuhnya dengan negara-negara tetangga dan negara-negara kepulauan Pasifik. Apalagi sebelum IAEA mengeluarkan laporan final, Jepang melaksanakan rencana tersebut secara paksa.

“Kita harus mengambil aksi untuk mencegah terjadinya malapetaka polusi nuklir yang besar.” Demikian dikatakan oleh Sekjen Forum Negara-negara Kepulauan Pasifik Henry Puna. 12 tahun yang lalu, insiden PLTN Fukusima telah mendatangkan bencana besar kepada dunia; sekarang ini, demi keegoisan sementara Jepang malahan mengorbankan kepentingan bersama seluruh manusia.

Perbuatan ini pasti diboikot tegas. Jepang hendaknya dengan sungguh-sungguh melaksanakan kewajiban internasional, sebelummencapai kesepakatan dengan negara-negara tetanggan serta badan-badan internasional, Jepang tidak boleh memulai pembuangan air limbah nuklir ke laut.

favorite 0 likes

question_answer 0 Updates

visibility 406 Views

Update
No Update Available
Related News
Pendalaman reformasi dan keterbukaan Tiongkok,peluang pembangunan baru bagi Dunia
Transformasi digital dan modernisasi Tiongkok: Pembelajaran bagi Indonesia dan dunia
Peluang global dari pendalaman reformasi Tiongkok pada era baru
×