Sabtu, 11 September 2021 14:41

Lima butir usulan bangkitkan vitalitas baru kerja sama BRICS

Luar Negeri

Pada tanggal 9 bulan ini, Presiden Tiongkok Xi Jinping secara virtual menghadiri Pertemuan ke-13 pemimpin-pemimpin negara BRICS dan menyampaikan pidato penting yang mengajukan lima butir usulan mengenai pendorongan kerja sama BRICS. Usulan-usulan penting ini mengundang perhatian komunitas internasional. Direktur Pusat Riset Brazil mengenai masalah Tiongkok Ronnie Lins berpendapat, usulan-usulan yang diajukan Presiden Xi telah menginjeksikan daya hidup baru ke dalam perkembangan lebih lanjut negara-negara BRICS pada tahap selanjutnya.

Lima butir usulan ini adalah pertama, terus bergotong-royong dan meningkatkan kerja sama kesehatan publik. Kedua, berpegang teguh pada keadilan dan keterjangkauan vaksin, meningkatkan kerja sama internasional di bidang vaksin. Ketiga, berpegang teguh pada prinsip saling menguntungkan dan menang bersama, meningkatkan kerja sama ekonomi. Keempat, berpegang teguh pada keadilan, meningkatkan kerja sama keamanan politik. Kelima, terus saling belajar, meningkatkan pertukaran dan kerja sama antar masyarakat. Lima butir usulan ini bertolak dari kerja sama penanggulangan wabah dewasa ini, merancang pula perkembangan jangka panjang di bidang pemulihan ekonomi, kerja sama politik, komunikasi antar masyarakat, memperlihatkan tanggung jawab Tiongkok sebagai negara besar yang bertanggung jawab.

Kini, tugas yang urgen di dunia ialah pencegahan dan pengontrolan wabah. Sampai sekarang, Tiongkok telah menyediakan 1 miliar lebih dosis vaksin atau cairan mentah kepada 100 lebih negara atau organisasi internasional, akan berupaya menyediakan 2 miliar vaksin kepada dunia luar. Selain itu, Tiongkok mengumumkan menyumbangkan 100 juta dosis vaksin kepada negara-negara berkembang di atas dasar menyumbangkan 100 juta dolar kepada Program Pelaksana Vaksin Covid-19 COVAX. Sedangkan menurut WHO belakangan ini, sebelumnya negara-negara dengan pendapatan tinggi pernah berjanji menyumbangkan 1 miliar lebih dosis vaksin, namun hanya 15%nya dipenuhi.

Selain itu, sejumlah negara besar Barat berkepala batu dengan pikiran hegemonis, selalu menyebarkan virus politik ke mana-mana, memberi gangguan serius kepada kerja sama penanggulangan wabah global. Presiden Xi dalam pidatonya mengimbau agar diadakan penelusuran sumber virus secara ilmiah dan menentang politisasi dan stigmasasi masalah ini, dipraktekkan multilateralisme yang sejati, dan ini terlah menunjuk arah kepada dunia termasuk negara-negara BRICS dalam penanggulangan wabah secara bersolidaritas.

Umum telah mencatat, walaupun mengalami wabah, langkah kerja sama BRICS tak pernah berhenti. Profesor Universitas Nehru, Sinolog B.R. Deepa berpendapat, kerja sama BRICS dapat disebut sebagai teladan kerja sama multilateral, adalah obat penangkal racun terhdap unilateralisme, de-globalisasi dan anti globalisasi.

Dalam dunia globalisasi yang saling berkaitan, asalnya setiap orang aman, semua orang baru bisa aman. Ini adalah kutipan dalam Deklarasi New Delhi. Tahun depan Tiongkok akan menyelenggarakan pertemuan ke-14 pemimpin-pemimpin BRICS. Dapat diprediksikan, Tiongkok akan terus mendorong mekanisme BRICS menunjukkan daya hidup dan kedinamisan yang baru, dan menginjeksikan lebih banyak kekuatan BRICS ke dalam pemulihan ekonomi dunia dan transformasi pemerintahan global.

favorite 0 likes

question_answer 0 Updates

visibility 97 Views

Update
No Update Available
Related News
Pembangun bandara cerdas—Sun Tao
Xu Ben, perencana bisnis Pelabuhan Yangshan
Festival Animasi Internasional Tiongkok ke-17 akan dibuka
×