Selasa, 04 Oktober 2022 14:51

Niat AS, Inggris dan Australia pada isu kerjasama kapal tenaga nuklir itu tak akan sukses

Luar Negeri

Amandemen tentang upaya AS, Inggris dan Australia untuk melegalisasi kerja sama kapal selam tenaga nuklir ditolak Konferensi Ke-66 Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) yang ditutup belakangan ini. Ini merupakan kemenangan keadilan internasional, juga adalah pukulan berat terhadap hegemonisme ala AS.

Sejak September tahun lalu, AS, Inggris dan Australia mengumumkan kerja sama kapal selam tenaga nuklir. Sejumlah orang Barat termasuk AS selalu membicarakan soal ‘tata tertib yang berdasarkan aturan internasional’, tapi perbuatannya selalu bertentangan. Kerja sama kapal selam tenaga nulir justru melanggar tiga konvensi internsional.

Pertama, melanggar tanggung jawab dan kewajiban sebagai negara pemilik senjata nuklir dan negara tanpa senjata nuklir yang ditetapkan dalam Perjanjian Nonproliferasi Nuklir NPT. Sejak tercapainya NPT, kerja sama kapal selam tenaga nuklir ketiga negara tersebut merupakan pertama kali negara pemilik senjata nuklir dengan terang-tenang mengeskpor bahan senjata nuklir dalam jumlah berton kepada negara tanpa senjata nuklir. Tidak saja banyak jumlahnya, yang diekspor adalah uranium kepadatan tinggi tingkat senjata dengan melebihi 90%.

Kedua, melanggar ketentuan IAEA yaitu badan terkait harus menjamin bantuan yang diawasi atau dikontrol tidak digunakan untuk mendorong tujuan militer apa pun. Material antara lain bahan nuklir tingkat senjata, perlengkapan kapal selam tenaga nuklir dan reaktor serta bantuan teknologi terkait yang direncanakan dialihkan oleh AS dan Inggris kepada Australia ternyata mempunyai tujuan militer.

Ketiga, melanggar Perjanjian Zona Bebas Nuklir Pasifik Selatan. Menurut Perjanjian tersebut, di Pasifik Selatan dibentuk zona bebas nuklir, berbagai pihak penandatangan perjanjian tersebut berkomitmen untuk tidak memasang, tidak melakukan uji coba pledakan nuklir apapun di daerah tersebut, dilarang membuang limbah radioaktif dan bahan radioaktif lainnya. Sebagai negara penandatangan, Australia menerima bahan nuklir tingkat senjata kemungkinan besar menyebabkan resiko polusi nuklir, dan secara serius memukul pembangunan zona bebas nuklir Pasifik Selatan.

Manusia adalah komunitas keamanan yang tak terpisahkan. Pembentukan dunia bebas senjata nuklir, pemeliharaan perdamaian dan keamanan adalah harapan bersama berbagai negara. Ini merupakan sebab mendasar kegagalan terus percobaan AS, Inggris dan Australia. Kini, IAEA telah memulai prosedur pemeriksaan antar pemerintah untuk membahas kerja sama kapal selam tenaga nuklir AS, Inggris dan Australia. Ini merupakan jalur tepat untuk menyelesaikan masalah. Ketiga negara tersebut hendaknya sedini mungkin balik ke jalur kemali ke sistem non-proliferasi nuklir, dan jika ingin mencoba lagi, mereka pasti akan gagal total.

favorite 0 likes

question_answer 0 Updates

visibility 163 Views

Update
No Update Available
Related News
Tiongkok dan Kuba bakal perdalam hubungan persahabatan istimewa pada era baru
Distributor sayur
KCJB: Jembatan bahagia Tiongkok-Indonesia yang saling menguntungkan dan menang bersama
×